Minggu, 27 Desember 2015

Pengaplikasian Kerja NO dan NC Proteksi Motor Listrik

Pengaplikasian Kerja NO dan NC Proteksi Motor Listrik

Setelah kita mengenal apa itu Thermal Overload,RCP Relay dan Phase Failure Relay, maka dapat diambil kesimpulan bahwa:

Peralatan tersebut akan bekerja pada kondisi tertentuPeralatan tersebut terdapat kontak NO dan NC yang bisa digunakan pada sistembaca disini untuk lebih jelas lagi tentang NO dan NC


Gambar diatas adalah gambar Rangkaian Pengendali hubung Star Delta yang pernah dibahas sebelumnya. Pada wiring diagram tersebut saya belum memasang sistem proteksi untuk motor, maka pada Rangkaian Utamanya saya pasangThermal Overload pada masing-masingKontaktornya K1, K2 dan K3 seperti pada gambar berikut


dan sesuai apa yang telah dibahas sebelumnya bahwa fungsi dasar dari peralatan proteksi ialah 'untuk memutuskan sistem pada rangkaian pengendali melalui fungsi NO da NC nya,' maka sebaiknya NC dari Thermal Overload di pasang pada input koil dari kontaktor masing masing. atau bisa juga pada input utama rangkaiannya. Maka didapat gambar seperti dibawah ini, dalam tegangan kerja rangkaian yang berbeda.


Catatan:
Penempatan NC dan NO dari peralatan peralatan proteksi bisa ditempatkan dimana saja asalkan bisa memutus sistem interlock dari sebuah rangkaian pengendali motor.

Hal yang sama bisa juga dilakukan pada NC dan NOdari RCP Relay, Phase Failure Relay, limit switch,TDR Time Delay Relay / Timer dan berbagai jenis Sensor sesuai dengan sistem kerja motor atau sistem sistem kelistrikan yang lain.

Dan untuk mengetahui foto gambar pengkabelan sistem proteksi kerja motor induksi ini, anda dapat melihatnya disini, terutama pada rangkaian pengendali hubung star deltanya.

RCP rilay

RCP relay dan Phase Failure Relay

RCP relay & Phase Failure Relay

RCP relay dan Phase Failure Relay ini berfungsi untuk memonitoring tegangan listrik jatuh, urutan fasa dan asimetri keteradaan tiga satuan gelombang. RCP relay ini akan beroperasi pada tegangan jatuh dan kebalikan gelombang, yang sangat penting untuk proteksi kerja motor induksi.

RCP relay


Phase Failure Relay

Sebenarnya RCP relay dan Phase Failure Relay ini sama fungsinya seperti thermal overload dan alat alat proteksi motor lainnya, yaitu memutus rangkaian pengendali dari suatu sistem kerja motor listrik.


dalam gambar diatas RCP relay dan Phase Failure Relay mempunyai kontak NO dan NC, sama seperti yang terdapat pada thermal overload.

Cara menghitung kebutuhan kapasitor bank

Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitor Bank untuk Memperbaiki Faktor Daya Berdasarkan Rekening Listrik PLN

PLN membagi daya pemakaian konsumennya menjadi dua bagian yaitu, untuk pemakaian rumah tangga dan industri. Khusus pada pemakaian listrik industri (umumnya 3 phasa), PLN menerapkan penambahan penghitungan pemakaian daya listriknya dengan kVarh meter (kilo Volt ampere reactive per Hours)selain kWh meter (kilo Watt per Hours). Hal ini bisa dilihat pada gambar dibawah ini:

sebaliknya untuk pelanggan rumah tangga, sosial dan bisnis yang kapasitas terpasang lebih kecil dari industri, biaya /meter kVarh ini tidak ada dan tidak dikenakan denda kVar. Secara praktis penggunaan kapasitor tidak merupakan kebutuhan mendesak untuk dipakai pada pelanggan rumah tangga.

Jadi untuk pelanggan tertentu seperti Industri dan pabrik, akan dikenakan dua biaya, yaitu biaya pemakaian kWh dan kVarh. Untuk penghematan biaya, kita dapat menghilangkan biaya kVarh ini dengan penggunaan kapasitor Bank. Sehingga tagihan yang akan muncul hanyalah kWh saja. Dengan penggunaan kapasitor bank kita dapat mengharapkan biaya kVarh yang tertera ditagihan tersebut akan menjadi nol / hilang.

Bagaimana mendesain / menghitung besar kapasitas dari kapasitor bank yang dibutuhkan untuk menghilangkan biaya kVarh ? Marilah kita mulai menghitung hitung tagihan listrik seperti contoh dibawah ini :


Pada gambar tagihan  listrik diatas, pelanggan industri tersebut belum memasang panel kapasitor bank pada instalasi listrik pabriknya. Sehingga tagihan biaya kVarh~nya membengkak, bahkan lebih besar dari biaya kWh yang terpakai.

Disini saya tidak secara khusus membahas tentang  Segitiga Daya yang tentunya berhubungan langsung dengan kasus ini. Dimana seperti yang sudah kita ketahui bahwa pengertian umum dari Segitiga Daya adalah suatu hubungan antara daya nyata P(Watt), daya semu S(VA) dan daya reaktif Q(Var). Sehingga pada pelanggan industri, PLN menerapkan biaya daya nyata (Watt) dan biaya daya reaktif (Var) dikarenakan penggunaan daya listriknya banyak menggunakan arus induksi (Volt ampere reaktif).

Kembali kepembahasan semula.. Dari gambar diatas terlihat, pelanggan menggunakan kVarh sebesar 6701 kVarh. Bila pelanggan dalam pemakaian kVarh~nya perhari adalah 8 jam kerja, maka digunakan rumus

kVarh : 8 : 30 = kVar
6701 : 8 : 30 = 27.92 kVar

Angka 27.92 kVar bisa dibulatkan menjadi 30 untuk menetapkan jumlah pembagian step dipanel kapasitor bank agar sesuai dengan kebutuhan maksimal penggunaannya.

misalnya: bila panel kapasitor menggunakan Power Factor Controller 6 step maka kita hanya tinggal membagi angka 30 dengan 6, dan hasil kVar dari kapasitor yang akan digunakan adalah sebesar 5 kVar dari setiap stepnya. Begitupun bila menggunakan Power Factor Controller 12 step, maka angka 30 dibagi dengan 12, dan didapatkan hasil 2,5 kVar dari setiap stepnya.

Catatan:

Apabila rekening PLN tidak tersedia, dan hanya diketahui daya trafo saja misalnya 100 kVA. Maka umumnya dapat dihitung besar kapasitor bank maksimal sebesar 60% dari kapasitas trafo yang digunakan.

maka: daya 100 kVA dikalikan dengan 0.6 dan didapatkan hasilnya sebesar 60 kVar. Dan bila bila panel kapasitor menggunakan Power Factor Controller 6 step maka kita hanya tinggal membagi angka 60 dengan 6, dan hasil kVar dari kapasitor yang akan digunakan adalah sebesar 10 kVar dari setiap stepnya. Begitupun bila menggunakan Power Factor Controller 12 step, maka angka 60 dibagi dengan 12, dan didapatkan hasil 5 kVar dari setiap stepnya.

Demikian saja pembahasan saya tentang cara menghitung kebutuhan kapasitor bank untuk memperbaiki faktor daya ini.. semoga bermanfaat..

Kamis, 10 September 2015

Rabu, 11 Maret 2015

Kit motor sepeda listrik

Kami reseller via onlin menjual kit sepeda listrik dengan harga termurah dan kwalitas baik. Tidak terbaik karena terbaik tidak mungkin termurah.

Dinamo yang kami miliki terkecil di kelasnya. Untuk daya 180 watt sampai 250 watt beratnya hanya 1.8 kg. Untuk daya dari 250 sampai 350 watt beratnya 2.2 kg. Dengan ukuran kecil maka orang menyangka kita menggunakan sepeda biasa. Juga memudahkan movabilitas dari pengendara. Karena ngga perlu tenaga yang berlebih seperti yang harus dikeluarkan jika menggunakan dinamo yang berukuran besar. Lagi pula yang berukuran besar di negara asalnya sudah mulai ditinggalkan.

Pilihan paket produk kit yang kami tawarkan sebagai berikut:
2.2 jt, traction type motor 24 volt.tidak termasuk battery.
2.9jt hub motor 24 volt, 36 volt, 48 volt, tidak termasuk battery 
3.4 jt, hub 24 volt termasuk battery lead acid 7 amphere 
3.9jt hub 36 volt termasuk battery lead acid 7 amphere 
4.9jt hub 24volt lithium battery 
5.4jt, hub 36 volt lithium battery 
5,9 jt hub 48 volt litium battery 
Pembelian 5 sampai 10 discount 15% pembelian 10 ke atas discount 20% 
Kami juga menyediakan dinamo2 yang berukuran besar baik untuk sepeda maupun motor listrik juga tersedia dinamo untuk gerobak/becak dll
Untuk pembelian paket lengkap terdiri dari :
-Dinamo .
-Contoller.
-Trottle(gas) with key on off switch or ---bisa pilih PAS(Pedal Assistant system)
-Battery lead acid
-Break level (pedal rem)
-Box battery
-Charger
Komsumen tinggal pasang aja gampang & mudah. Kami juga punya rim resing dengan dinamo 36 /48 volt

Info hubungi :
(0281)7617835 , 081804800159

Kamis, 29 Januari 2015

Heater

HEATER
Electrical Heating Element (elemen pemanas  listrik)  banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari, baik  didalam rumah tangga ataupun peralatan dan mesin industri. Bentuk dan type  dari Electrical Heating Element ini bermacam macam disesuaikan dengan fungsi, tempat pemasangan dan media yang akan di panaskan.

Panas yang dihasilkan oleh elemen pemanas listrik ini bersumber dari  kawat ataupun  pita bertahanan listrik tinggi (Resistance Wire) biasanya bahan yang digunakan adalah niklin yang  dialiri arus  lis- trik  pada kedua ujungnya dan dilapisi  oleh isolator listrik yang mampu meneruskan panas dengan baik hingga aman jika digunakan.

Ada 2 macam jenis utama pada elemen pemanas listrik ini yaitu :

    Elemen Pemanas Listrik bentuk Dasar yaitu elemen pemanas dimana Resistance Wire hanya dilapisi oleh isolator listrik, macam-macam elemen pemanas bentuk ini adalah : Ceramik Heater, Silica Dan Quartz Heater, Bank Channel heater, Black Body Ceramik Heater.

Infra Red Heater

    Elemen Pemanas Listrik Bentuk Lanjut merupakan elemen pemanas dari bentuk dasar yang dilapisi oleh pipa atau lembaran plat logam untuk maksud sebagai penyesuain terhadap penggunaan dari elemen pemanas tersebut. Bahan logam yang biasa digunakan adalah : mild stell, stainless stell, tembaga dan kuningan. Heater yang termasuk dalam jenis ini adalah  :          

Info dan pemesanan via email:

permatasari@yahoo.com

  Sms /WA 082213248478

Rabu, 03 Desember 2014

Modul automatis genset

autostart modul (remote start modul)

biasanya modul ini berfungsi untuk mengontrol mekanisme start/stop genset dan proteksi dan dilengkapi pin untuk remote start

proteksi yang biasanya ada pada modul

    pembatasan jumlah perintah start : biasanya 3 kali
    pembatasan durasi start : dalam beberapa detik,termasuk deteksi alternator,tegangan dsb
    over/under frequency monitoring
    high temperature protection
    low oil pressure protection
    low battery warning/protection
    monitoring charging alternator (lewat D+alternator)
    dll

mekanisme menghidupkan genset

biasanya untuk menghidupkan genset diperlukan 2 pin control yaitu : starter motor(crank) dan fuel  solenoid

    genset dengan solenoid start

pertama solenoid harus mendapat B+ kemudian starter motor mendapat B+ selama beberapa saat (proses start)
selama mesin hidup solenoid tetap mendapatkan B+

untuk mematikan mesin dengan memutus tegangan B+ ke solenoid

    genset dengan solenoid stop

starter motor mendapat B+ selama beberapa saat (proses start)
selama mesin hidup solenoid tidak mendapatkan B+

untuk mematikan mesin dengan memberi tegangan B+ ke solenoid selama beberapa detik

REMOTE START

untuk menghidupkan genset otomatis dapat dilakukan melalui pin remote start

biasanya untuk start pin remote start di close (dihubungkan) ke B-(ground), ada beberapa modul remote startnya ke B+

contoh fungsi remote start pada modul Deepsea 703

bagi yang kreatif, pin remote start ini bisa dihubungkan ke perangkat/controller lain, misalnya :

    Timer : untuk mengatur waktu hidup/matinya genset
    sistem kontrol wireless berbasis sms, web dll (mirip judul TA mahasiswa ya) : biasanya kerjaan mahasiswa nih, apa aja kepingin dibuat wireless

2. AMF-ATS modul

AMF = Automatic Mains Fail

ATS = Automatic Transfer Switch

kalau yg saya pahami (semoga pemahamannya ngga sesat) modul ini selain mengontrol dan proteksi genset

modul ini memonitor tegangan mains(PLN) –>AMF

dan mengontrol pemutusan atau pemindahan source dari PLN ke genset, biasanya lewat contactor, MCCCB, TAKADA (saya sebut merek aja,nama umumnya contactor juga), dll –>ATS

ATS mengatur jeda antara mesin pertama kali hidup dan waktu perintah breaker untuk memasukan beban, jadi mesin dipanasi dulu sebelum beban masuk

contoh modul Deepsea 704

kenapa deepsea lagi? bukan untuk promosi/tujuan komersil lain. saya ambil modul deepsea soalnya skema dari datasheetnnya cukup kecil jadi enak untuk dicopy

-silahkan dikoreksi kalau saya salah. list modul ATS/AMF dengan fitur remote start (harus diaktifkan dulu, bukan default setting)
-deepsea 704 tidak bisa dijadikan remote start,remote start di 704 adalah “remote start on load“
-deepsea 5220 mungkin bisa (mungkin juga tidak bisa) dijadikan remote start,belum pernah mencoba karena konfigurasi harus pakai kabel data
-woodward easygen 1500 bisa dijadikan remote start modul
-elcos CAM680-20 bisa dijadikan remote start

mohon maaf untuk detail wiring/konfigurasinya saya belum/tidak bisa share (setidaknya untuk saat ini) karena alasan tertentu
anda bisa searching di google ke website masing2 produk dan download manual book nya. asal dipelajari dengan cermat semua ada di manual books.



Anda sedang membutuhkan panel ATS / AMF untuk
rumah atau tempat kerja/usaha anda...
Spesifikasi AMF ATS Satu/Tiga Phase sampai
dengan 10kVA
1. Box Panel 600 x 400 x 200 plat 1,5mm wall
mounting powder coating 2. Magnetic contactor
LC1D25M7
3. MCB 1P 32A Schneider Electric
4. MCB 1P 6A Schneider Electric
5. Battrey Charger 12V/6A Smartgen
6. Auto start Module SDA-Tronic
7. Rele MY2 Omron
8. Metering (CT, Amperemeter,Voltmeter) CIC
9. Pilot Lamp, Push Botton
10.Wiring Diagram
Harga Per unit AMF - ATS Satu Phase 10kVA
Rp.8.700.000
Spesifikasi Panel AMF - ATS 30kVA dengan
Motorized COS
1. Box Panel 500 X 700 X 200 Plat 1,5mm wall
mounting powder coating 2. Motorized COS 4P 63A
ATYS S 4P 63A Socomec
3. Battrey Charger 12V/6A Smartgen
4. AMF Module DSE3110 Deepsea
5. Rele Omron MY2
6. MCB 1P 6A Schneider Electric
78. Terminal Block 4P 60A
8. Pilot Lamp, Push Botton
9.Wiring diagram dan manual
Harga Per unit Panel AMF - ATS 30kVA
Rp.15.500.000
Spesifikasi Panel AMF - ATS 60kVA dengan
Motorized COS
1. Box Panel 800 X 600 X 200 Plat 1,5mm wall
mounting powder coating 2. Motroized COS 4P
100A ATYS S 4P 100A Socomec
3. MCCB 3P 100A Schneider Electric
4. Battrey Charger 12V/6A Smartgen
5. AMF Module DSE4420 Deepsea
6. Rele Omron MY2
7. MCB 1P 6A Schneider Electric
8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC
9. Terminal Block 4P 100A
10. Pilot Lamp, Push Botton
11.Wiring diagram dan manual
Harga Per unit Panel AMF - ATS 60kVA
Rp.20.500.000
Spesifikasi Panel AMF - ATS 100kVA dengan
Motorized COS
1. Box Panel 1600 x 600 x 500 Plat 1,5mm free
standing powder coating 2. Motorized COS 4P
160A ATYS 3S 4P 160A Socomec
3. MCCB 3P 160A Schneider Electric
4. Battrey Charger 24V/7.5A Monicon
5. AMF Module DSE4420 Deepsea
6. Rele Omron MY2
7. MCB 1P 6A Schneider Electric
8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC
9. Terminal Block 4P 200A
10. Pilot Lamp, Push Botton
11.Wiring diagram dan manual
Harga Per unit Panel AMF - ATS 100kVA
Rp.26.500.000
Spesifikasi Panel AMF - ATS 145kVA dengan
Motorized COS
1. Box Panel 1600 x 600 x 500 Plat 1,5mm free
standing powder coating 2. Motorized COS 4P
250A ATYS 3S 4P 250A Socomec
3. MCCB 3P 160A Schneider Electric
4. Battrey Charger 24V/7.5A Monicon
5. AMF Module DSE4420 Deepsea
6. Rele Omron MY2
7. MCB 1P 6A Schneider Electric
8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC
9. Terminal Block 4P 200A
10. Pilot Lamp, Push Botton
11.Wiring diagram dan manual
Harga Per unit Panel AMF - ATS 100kVA
Rp.27.000.000
Spesifikasi Panel AMF - ATS 200kVA dengan
Motorized COS
1. Box Panel 1800 X 800 X 600 Plat 2mm free
standing powder coating
2. Motorized COS 4P 400A ATYS 3S 400A Socomec
3. MCCB 3P 400A Schneider Electric
4. Battrey Charger 24V/7.5A Monicon
5. AMF Module DSE4420 Deepsea
6. Rele Omron MY2
7. MCB 1P 6A Schneider Electric
8. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC
9. Pilot Lamp, Push Botton
10.Wiring diagram dan manual
Harga Per unit Panel AMF - ATS 200kVA
Rp.54.000.000
Spesifikasi Panel AMF - ATS 400kVA dengan
Motorized MCCB
1. Box Panel 2000 X 800 X 800 Plat 2mm free
standing powder coating
2. Motorized MCCB 4P 630A NSX630N Schneider
3. Battrey Charger 24V/7.5A Deepsea
4. AMF Module HGM7220 Smartgen
5. Rele Omron MY2
6. MCB 1P 6A Schneider Electric
7. Metering (CT, Amperemeter, Voltmeter) CIC
8. Pilot Lamp, Push Botton
9. Busbar 30 x 10 Ex import
10.Wiring diagram dan manual
Harga Per unit Panel AMF - ATS 400kVA
Rp.70.000.000
* Harga per November 2014
* belum termasuk ongkir+pemasangan
Hotline : 085747755334